SSD vs HDD Lebih Bagus Mana Berdasarkan Penggunaan

Teknologi hardware penyimpanan non-volatile komputer (data tidak hilang saat daya listrik mati) yang paling populer adalah HDD dan SSD. Spesifikasi HDD dan SSD sebagai media penyimpanan menggunakan teknologi yang jauh berbeda. Secara umum SSD 10x lebih cepat dari HDD, namun terdapat beberapa alasan logis yang menyebabkan pengguna tetap menggunakan HDD sebagai media penyimpanan. Berikut artikel “SSD vs HDD Lebih Bagus Mana Berdasarkan Penggunaan?”.

A. Apa Itu HDD atau Hard Disk Drive?

Cakram keras atau piringan keras (bahasa Inggris“harddisk” atau “hard drive” (disingkat HD) atau “harddisk drive” (disingkat HDD)) adalah sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis. Diska keras diciptakan pertama kali oleh insinyur IBM, Reynold Johnson pada tahun 1956. Diska keras pertama tersebut terdiri dari 50 piringan berukuran 2 kaki (0,6 meter) dengan kecepatan rotasinya mencapai 1.200 rpm (rotation per minute) dengan kapasitas penyimpanan 4,4 MB. Diska keras zaman sekarang sudah ada yang hanya selebar 0,6 cm dengan kapasitas 750 GB. Kapasitas terbesar diska keras saat ini mencapai 14 TB dengan ukuran standar 3,5 inci[1].

HDD secara umum menggunakan beberapa piringan digital, dipasang secara berjejer dengan spindle yang berputar menggunakan satu motor pengendali. Setiap piringan dilengkapi chamber pada head HDD untuk menulis dan membaca data. Kecepatan putaran spindle menentukan performa HDD dan tentunya ini berbanding lurus terhadap penggunaan daya dan suara yang ditimbulkan. Pada umumnya HDD mempunyai kecepatan 5400 rpm dan 7200 rpm (rpm = putaran per menit).

B. Apa Itu SSD atau Solid State Drive?

Menurut Wikipedia Solid-state drive (SSD), adalah perangkat penyimpanan solid-state yang menggunakan rakitan sirkuit terintegrasi untuk menyimpan data secara terus-menerus, biasanya menggunakan memori flash, dan berfungsi sebagai penyimpanan sekunder dalam hierarki penyimpanan komputerSolid state drive juga kadang-kadang disebut solid-state device atau solid-state disk,[1] meskipun SSD tidak memiliki disk pemintalan fisik dan kepala baca-tulis bergerak yang digunakan dalam hard drive (“HDD”) atau disket.

Perkembangan selanjutnya, SSD menggunakan teknologi NAND dengan penyimpanan data berupa array. Hal ini merupakan kontribusi IBM sebagai industri penyimpanan digital tertua terhadap perkembangan SSD. Karena SSD menggunakan teknologi NAND, data dapat diakses dengan cepat secara elektrik. SSD menggunakan hardware controller khusus yang dapat memetakan data pada setiap segmen dan mengingatnya ketika terjadi proses baca-tulis. SSD menggunakan Teknologi NCQ dan algoritma BCH ECC sehingga data dapat diakses dengan sangat cepat dan error yang sangat sedikit. Hal ini menyebabkan SSD lebih efisien untuk mengakses data dalam artian perulangan proses menjadi lebih sedikit untuk mengakses suatu segmen. Berbeda dengan HDD, proses akses segmen memerlukan banyak perulangan dan akan lebih parah saat HDD mengalami bad sector, piringan digital terus berputar berulang kali namun segmen data tetap tidak dicapai.

Dapatkan Informasi lebih lengkap untuk Produk SSD dan HDD terbaik disini

Cek Profil Kami disini

Leave A Comment